Den Haag - Film Fitna yang mendiskreditkan Quran dan menyugestikan kepala
Nabi Muhammad SAW meledak, resmi disiarkan di liveleakcom dinihari ini.
Liveleakcom langsung digempur para dedemit maya, alias hacker. Tampilan
terganggu.
Fakta gempuran para hacker tersebut diumumkan sendiri oleh liveleakcom, yang
menyebutkan bahwa situs web mengalami masalah akibat targetted hacking
attacks.
Risiko seperti inilah antara lain yang menyebabkan provider lokal Belanda
tidak mau menjadi host untuk penyiaran Fitna, demikian dikutip detikcom dari
De Telegraaf, Jumat (28/3/200

.
Sebelumnya provider Amerika, Network Solutions (NS), memutuskan menutup
situs web Fitna (fitnathemovie.com) karena menerima banyak keluhan mengenai
rencana penyiaran film yang melecehkan agama dan penganut Islam itu. NS
dalam keterangannya menyatakan sudah mengontak Wilders untuk klarifikasi,
namun tidak ada tanggapan.
Detikcom yang mencoba menyimak ulang Fitna di liveleak.com mendapati film
tersebut menjadi hang. Padahal dengan kapasitas downstream 3Mbps film
tersebut pada menit awal dapat disimak dengan lancar. Untuk mengakses film
tersebut dari Indonesia saat ini barangkali tidak memungkinkan.
Masalah seperti itu bisa mengindikasikan dua hal, pengunjung melonjak
sekaligus ditunggangi serbuan para hacker.